MAKALAH
BASIS
DATA
Disusun
oleh:
Nama: Imam
Darusman
Npm:
14.14.1.0158
Kelas: B
(Semester 2)
PEND.TEKNIK
INFORMATIKA
UNIVERSITAS
MAJALENGKA
2015
KATA
PENGANTAR
Puji syukur bagi Allah SWT yang
telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan
kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan pape mata kuliah Basis Data yang
berjudul “DBMS (Data Base Management System)” ini. Kemudian shalawat besertasalam
kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan
pedoman hidup yakni Al-Qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.
Paper ini merupakan salah satu tugas
mata kuliah Basis Data di program studi Pendidikan Teknik Informaitika dan
Komputer, Fakultas Teknik pada Universitas Majalengka. Selanjutnya penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ade Bastian, S.Pd, M.T.
selaku dosen pembimbing mata kuliah Basis Data dan kepada segenap pihak yang
telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan paper ini.
Akhirnya penulis menyadari bahwa
banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan paper ini, maka dari itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi
kesempurnaan paper ini.
Terima kasih, dan semoga paper ini
bisa memberikan sumbangsih positif bagi kita semua.
Sumedang, 26 April 2015
Penyusun
Imam Darusman
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
B.
Rumusan Masalah
C.
Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian DBMS (Data Base
Management System)
2. Fngsi DBMS (Data Base Management
System)
3. Komponen DBMS (Data Base Management
System)
4. Keuntungan Pemakaian DBMS (Data Base
Management System)
5. Kerugian DBMS (Data Base Management
System)
6. Macam-Macam DBMS (Data Base
Management System)
7. BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dalam Era
Global saat ini Sistem Informasi Manajemen merupakan bagian yang tak terpisahkan
dari suatu organisasi dimana sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran
(output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan
untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.sistem manajemen
basis data merupakan perangkat lunak yang dapat di gunakan untuk
mendefinisikan, menciptakan, mengelola dan mengendalikan pengaksesan basis
data. Sebuah Sistem Informasi yang efektif menyediakan informasi yang akurat,
tepat waktu dan relevan bagi penggunanya sehingga dapat digunakan untuk
pengambilan keputusan.
Dalam
pengambilan keputusan, baik dalam operasional sehari-hari, maupun dalam
perencanaan strategis ke masa depan. Proses pengambilan keputusan harus dilandasi
oleh data dan informasi yang tepat waktu dan tepat isi agar keputusan yang
diambil tepat sasaran. Informasi diperoleh dari pengolahan data, dan pengolahan
data dilaksanakan oleh sistem informasi dengan dukungan teknologi informasi.
Data adalah
bahan baku informasi dan dikumpulkan dalam suatu basis-data (database) agar
pengumpulan, penyimpanan, pemeliharaan, pengolahan, dan pengamanannya dapat
dilaksanakan secara effektif dan effisien diperlukan manajemen data, sehingga
suatu informasi tersebut dapat menjadi informasi yang tepat guna, tepat waktu,
akurat dan relevan.
Sebagai
contoh suatu institusi akademik harus membangun database akademik, minimal
memuat data mahasiswa, data dosen, data matakuliah, data ruangan, jadwal,
sehingga dapat diperoleh informasi yang tepat tentang penyelenggaran akademik
institusi tersebut. Dengan demikian agar suatu database yang efektif dapat
dibangun, diperlukan pengetahuan dasar tentang database dan juga Sistem
Manajemen Basis Data
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas, maka rumusan masalah pada paper ini adalah:
1. Apa pengertian DBMS (Data Base
Management System)?
2. Apa fungsi DBMS (Data Base
Management System) ?
3. Apa sajakah komponen DBMS (Data Base
Management System)?
4. Apakah keuntungan Pemakaian DBMS
(Data Base Management System)?
5. Apa Kerugian DBMS (Data Base
Management System)?
6. Apa sajakah Macam-Macam DBMS (Data
Base Management System)?
C.
Tujuan
Adapun
tujuan penulisan adalah:
1. Untuk mengetahui pengertian DBMS
(Data Base Management System)
2. Untuk mengetahui fungsi DBMS (Data
Base Management System)
3. Untuk mengetahui sajakah komponen
DBMS (Data Base Management System)
4. Untuk mengetahui keuntungan
Pemakaian DBMS (Data Base Management System)
5. Untuk mengetahui Kerugian DBMS (Data
Base Management System)
6. Untuk mengetahui Macam-Macam DBMS
(Data Base Management System)
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
DBMS (Data Base Management System)
DBMS (Data Base Management System) yakni perangkat lunak yang menangani semua
pengaksesan database. Secara fungsi, data
base management system atau dbms
mempunyai fasilitas mengintegrasikan, terhubung, merekayasa dan memelihara
basis data.
Basis data
merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang
diaorganisasikan sesuai struktur tertentu dan disimpan dengan baik. Untuk
mendapatkan informasi yang berguna dari kumpulan data maka diperlukan suatu
perangkat lunak (software) untuk memanipulasi data sehingga mendapatkan
informasi yang berguna. Database Manajement System (DBMS) merupakan software
yang digunakan untuk membangun sebuah sistem basis data yang berbasis
komputerisasi. DBMS membantu dalam pemeliharaan dan pengolahan kumpulan data dalam
jumlah besar. Sehingga dengan menggunakan DBMS tidak menimbulkan kekacauan dan
dapat digunakan oleh pengguna sesuai dengan kebutuhan.
1. Menurut C. J. Date : Data Base Management System (DBMS)
adalah software yang menghandel semua akses pada database untuk melayani
keperluan user.
2. Menurut S, Attre : Data Base Management System (DBMS) yaitu
software, hardware, firmware serta procedure-procedure yang memanage database.
Firmware yaitu software yang sudah jadi modul yang tertanam pada hardware
(ROM).
3. Menurut Gordon C. Everest : Data Base Management System (DBMS) yaitu
manajemen yang efisien untuk mengorganisasi sumber daya data.
Jadi Data Base Management System (DBMS) :
Seluruh peralatan computer (Hardware+Software+Firmware). Data Base Management System (DBMS) dilengkapi
dengan bhs yang bertujuan pada data (High level data language) yang kerap
dimaksud juga untuk bhs generasi ke 4 (fourth generation language).
2.
Fungsi DBMS (Data Base Management
System)
Fungsi DBMS
atau Database Management System dalam perkembangan aplikasi dan sistem penting
di dunia sangat banyak. Saat ini berbagai perusahaan besar baik Nasional maupun
Internasional memanfaatkan database untuk menunjang sistem aplikasinya. Ada
banyak DBMS yang sangat populer seperti Oracle, Microsoft SQL Server, MySQL,
PostgreSQL, Microsoft Access, IBM DB2, dan masih banyak lagi.
Perangkat
lunak komputer ini merupakan untuk pengolahan data dan sebagai interface untuk
memberikan kemudahan bagi seseorang dalam melakukan manipulasi terhadap
database. Namun banyak orang yang masih bingung antara database dengan DBMS
sendiri, padahal keduanya berbeda.
Ada
setidaknya 10 fungsi DBMS dalam membantu menjaga dan memelihara integritas data
dalam suatu sistem.
1. Menjaga Integritas Data
DBMS
berfungsi untuk mengurangi dan menghilangkan redundansi data dan memaksimalkan
konsistensi data agar setiap kali menampilkan data, sesuai dengan data aslinya.
2. Penyimpanan Data (Data Storage Management)
DBMS
memiliki fungsi utama sebagai tempat penyimpanan data, kecanggihan DBMS saat
ini dapat menyimpan data dalam berbagai jenis seperti video dan gambar.
Pengguna tidak perlu mengetahui bagaimana data disimpan atau dimanipulasi. DBMS
telah memiliki prosedur dalam proses ini dan memastikan data yang disimpan
adalah sesuai dengan data yang dimasukkan.
3. Kamus Data
DBMS
memiliki fungsi melakukan manajemen terhadap elemen pada database dan bagaimana
mereka di hubungkan (relasi) dengan data lainnya. Ketika sistem
membutuhkan data dalam suatu database maka DBMS akan memberikan kemudahan
melalui SQL untuk mengakses dan mencari data tersebut. Sehingga pengguna dapat
dengan mudah menangani hal tersebut.
4. Transformasi dan Penyajian Data
Peran DBMS
sebagai transformasi dan penyajian data antara lain adalah mengkonversi setiap
data yang dimasukkan pada struktur dan format yang telah ditentukan. Dengan
demikian DBMS dapat membedakan format data logical dan bentuk physicalnya.
5. Keamanan Data
DBMS
memiliki peran penting bagaimana tingkat keamanan dalam database tersebut. DBMS
berperan bagaimana memberikan hak akses pada orang yang sesuai. Selain itu DBMS
juga bertugas mengatur apa saja yang dapat dilakukan oleh user tersebut pada
sebuah database.
6. Memungkinkan Akses Beberapa User
DBMS
memungkinkan beberapa user melakukan interaksi pada sebuah database, hal ini
akan lebih efisien dan dapat menempatkan user tertentu sesuai dengan role dan
fungsinya.
7. Menyediakan Prosedur Backup dan Recovery
DBMS
memungkinkan database yang ada untuk di backup dan di recovery sesuai dengan
kebutuhan dengan memanfaatkan teknik dan wizard yang dimiliki masing masing
DBMS. Hal ini akan memudahkan pihak yang berkepentingan ketika terjadi sesuatu pada
databasenya seperti kerusakan dan bencana alam.
8. Menyediakan bahasa akses dan pemogramman
DBMS
menyediakan SQL untuk melakukan manipulasi dan membuat skema pada database yang
dikenal dengan DML dan DDL.
Dengan bahasa ini seorang DBA dapat dengan mudah memasukkan, mengambil,
menghapus, dan mengubah data yang ada di database dengan memanfaatkan interface
yang disediakan.
9. Menyediakan interface untuk komunikasi
DBMS
menyediakan interface untuk melakukan komunikasi antara database yang satu
dengan yang lainnya. Selain itu juga dapat memudahkan komunikasi antara
database dengan tool lainnya seperti browser.
10. Manajemen
Transaksi
DBMS
menyediakan mekanisme dalam mengatur transaksi dan perintah yang disampaikannya
untuk memastikan konsistensi data. Sebagai contoh, ketika DBA a mengakses dan
melakukan penghapusan Data, pada saat yang bersamaan maka jika ada user yang
mengakses data tersebut maka akan di pending sampai data telah terhapus.
Peralatan
untuk mengambil keputusan/memastikan pendekatan database dimaksud DBMS. Data Base Management System (DBMS) adalah
software (serta hardware) yang kusus didesain membuat perlindungan serta
memanage database.
Dengan
memakai Data Base Management
System (DBMS), maka bisa:
·
Mendeskripsikan
data serta hubungan.
·
Mendokumentasikan
susunan serta pengertian data
·
Melukiskan,
mengorganisasikan serta menaruh data untuk akses yang selektif/diambil serta
efektif.
·
Jalinan yang
seperti pada user dengan sumber daya data.
·
Perlindungan
pada sumber daya data bakal terjamin, bisa dihandalkan, berkelanjutan serta
benar.
·
Memisahkan
persoalan Logical serta physical hingga mengubah implementasi database dengan
cara fisik tak menginginkan user untuk mengubah maksud data (Logical).
·
Memastikan
pembagian data pada beberapa user untuk terhubung dengan cara concurent pada
sumber daya data.
3.
Komponen
Data DBMS (Data Base
Management System)
Satu DBMS (Data Base Management System) umumnya
memiliki sebagian komponen fungsional (modul) seperti :
a.
File Manager,
yang mengelola area dalam disk serta susunan data yang digunakan untuk
merepresentasikan info yang tersimpan dalam disk.
b. Database Manager, yang sediakan
interfaceantara data low-level yang ada di basis data
denganprogram aplikasi serta query yang didapatkan ke system.
c.
Query
Processor, yang menterjemahkan perintahperintah dalam query language ke
perintah low-level yang bisa dipahami oleh database manager.
d. DML Precompiler, yang mengkonversi
perintah DMLyang ditambahkan dalam suatu program aplikasi kepemangin
prosedur normal dalam bhs induk.
e.
DDL
Compiler, yang mengkonversi perintah-perintahDDL ke dalam sekumpulan tabel yang
mengandung metadata. Tabel-tabel ini lalu disimpan dalam kamus data.
4.
Keuntungan Pemakaian DBMS (Data Base Management
System) (DBMS)
Pengunaan Data Base Management System (DBMS) untuk
mengelola data memiliki sebagian keuntungan, yakni :
·
Kebebasan
data serta akses yang efisien
·
Mereduksi saat
pengembangan aplikasi
·
Integritas
serta keamanan data
·
Administrasi
keseragaman data
·
Akses
berbarengan serta perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari sistem
serentak).
·
Kurangi data
redundancy : Data redundansi bisa direduksi/dikurangi, namun tak bisa di
hilangkan sekalipun (untuk keperluan keyfield)
·
Memerlukan
sedikit memory untuk penyimpanan data.
5.
Kerugian Pengunaan Data Base Management System
(DBMS)
diantaranya
:
·
Beroleh
piranti lunak yang mahal (tehnologi DBMS, Operation, Conversion, Planning,
Risk). DBMS mainframe tetap benar-benar mahal. Data Base Management System (DBMS) berbasis mikro biayanya
meraih sebagian ratus dolar, bisa melukiskan satu organisasi yang kecil dengan
cara yang berarti memperoleh konfigurasi piranti keras yang besar.
·
Data Base Management System (DBMS) kerap membutuhkan kemampuan penyimpanan primer
serta sekunder yang semakin besar dari pada yang dibutuhkan oleh program
aplikasi lain. Juga, kemudahan yang di buat oleh DBMS dalam mengambil info
mendorong semakin banyak terminal pengguna yang diikutkan dalam konfigurasi
dari pada bila sebaliknya.
Mempekerjakan
serta menjaga staf DBA Data Base
Management System (DBMS) membutuhkan pengetahuan spesial supaya
bisa memakai kekuatan dengan cara penuh. Pengetahuan spesial ini paling baik
didapatkan dari pengelola database.
6.
Macam-Macam
DBMS (Data Base Management System)
Beberapa
software atau perangkat lunak DBMS yang sering digunakan dalam aplikasi program
antara lain :
1.
MySQL
MySQL
merupakan sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL (bahasa
inggris : data management system) atau DNMS yang multithread, multi-user,
dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL
tersedia sebagai perangkat lunak gratis di bawah lisensi GNU General Public
Licenci (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk
kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL . Tidak
seperti Apache yang merupakan software yang dikembangkan oleh komunitas umum,
dan cipta untuk code sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL
dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia yaitu MySQL AB.
MySQL AB memegang penuh hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang
Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah : david axmark,
allan larsson, dan Michael “monthy widenius.
Kelebihan MySQL antara lain :
a.
free (bebas
didownload)
b. stabil dan tangguh
c.
fleksibel
dengan berbagai pemrograman
d. Security yang baik
e.
dukungan
dari banyak komunitas
f.
kemudahan management databasemendukung
transaksi
g. perkembangan software yang cukup cepat.
2.
Oracle
Oracle
adalah relational database management system (RDBMS) untuk mengelola informasi
secara terbuka, komprehensif dan terintegrasi. Oracle Server menyediakan solusi
yang efisien dan efektif karena kemampuannya dalam hal sebagai berikut:
·
Dapat
bekerja di lingkungan client/server (pemrosesan tersebar)
·
Menangani
manajemen space dan basis data yang besar
·
Mendukung
akses data secara simultan
·
Performansi
pemrosesan transaksi yang tinggi
·
Menjamin
ketersediaan yang terkontrol
·
Lingkungan
yang terreplikasi
Database
merupakan salah satu komponen dalam teknologi informasi yang mutlak diperlukan
oleh semua organisasi yang ingin mempunyai suatu sistem informasi yang terpadu
untuk menunjang kegiatan organisasi demi mencapai tujuannya. Karena pentingnya
peran database dalam sistem informasi, tidaklah mengherankan bahwa terdapat
banyak pilihan software Database Management System (DBMS) dari berbagai vendor
baik yang gratis maupun yang komersial. Beberapa contoh DBMS yang populer
adalah MySQL, MS SQL Server, Oracle, IBM DB/2, dan PostgreSQL.
Oracle
merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, namun banyak orang
memiliki kesan yang negatif terhadap Oracle. Keluhan-keluhan yang mereka lontarkan
mengenai Oracle antara lain adalah terlalu sulit untuk digunakan, terlalu
lambat, terlalu mahal, dan bahkan Oracle dijuluki dengan istilah “ora
kelar-kelar” yang berarti “tidak selesai-selesai” dalam bahasa Jawa. Jika
dibandingkan dengan MySQL yang bersifat gratis, maka Oracle lebih terlihat
tidak kompetitif karena berjalan lebih lambat daripada MySQL meskipun harganya
sangat mahal.
Namun yang
mereka tidak perhitungkan adalah bahwa Oracle merupakan DBMS yang dirancang
khusus untuk organisasi berukuran besar, bukan untuk ukuran kecil dan menengah.
Kebutuhan organisasi berukuran besar tidaklah sama dengan organisasi yang kecil
atau menengah yang tidak akan berkembang menjadi besar. Organisasi yang
berukuran besar membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas agar dapat memenuhi
tuntutan akan data dan informasi yang bervolume besar dan terus menerus
bertambah besar.
3.
Firebirh
Firebird
adalah salah satu aplikasi RDBMS (Relational Database Management System) yang
bersifat open source. Awalnya adalah perusahaan Borland yang sekitar tahun 2000
mengeluarkan versi beta dari aplikasi database-nya InterBase 6.0 dengan sifat
open source. Namun entah kenapa tiba-tiba Borland tidak lagi mengeluarkan versi
InterBase secara open source, justru kembali ke pola komersial software. Tapi
pada saat yang bersamaan programmer-progammer yang tertarik dengan source code
InterBase 6.0 tersebut lalu membuat suatu team untuk mengembangkan source code
database ini dan kemudian akhirnya diberinama Firebird.
Firebird
(juga disebut FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basisdata relasional yang
menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003.
RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix.
Firebird ini diarahkan dan di-maintain oleh FirebirdSQL Foundation. Ia
merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland. Karena itulah
Interbase dan Firebird sebenarnya mempunyai CORE yang sama karena awalnya sama”
dikembangkan oleh Borland.
Namun dalam
perkembangannya, Interbase yang komersial di-bundle oleh Borland menjadi
Phoenix, sedangkan Firebird adalah interbase yang dikembangkan oleh komunitas
Open Source, sehingga menjadikannya sebagai produk Database Server yang
FREE.
Kalau
dikaitkan dengan support, tentunya jelas beda karena produk komersial dan free.
Dalam konsep teknik programmingnya, ada banyak yang sama, namun pengayaan
Firebird lebih banyak dan menjadikannya lebih luwes, terutama dalam koneksi
client-server (port) dan integritasnya. Modul-modul kode baru ditambahkan pada
Firebird dan berlisensi di bawah Initial Developer’s Public License (IDPL),
sementara modul-modul aslinya dirilis oleh Inprise berlisensi di bawah
InterBase Public License 1.0. Kedua lisensi tersebut merupakan versi modifikasi
dari Mozilla Public License 1.1.
4.
Microsoft
SQL server 2000
Microsoft
SQL Server 2000 adalah perangkat lunak relational database management system
(RDBMS) yang didesain untuk melakukan proses manipulasi database berukuran
besar dengan berbagai fasilitas. Microsoft SQL Server 2000 merupakan produk
andalan Microsoft untuk database server. Kemampuannya dalam manajemen data dan
kemudahan dalam pengoperasiannya membuat RDBMS ini menjadi pilihan para
database administrator.
DBMS
merupakan suatu system perangkat lunak untuk memungkinkan user (pengguna) untuk
membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses database secara praktis dan
efisien. Dengan DBMS, user akan lebih mudah mengontrol dan mamanipulasi data
yang ada. Sedangkan RDBMS atau Relationship Database Management System
merupakan salah satu jenis DBMS yang mendukung adanya relationship atau
hubungan antar table. RDBMS (Relational Database Management System) adalah
perangkat lunak untuk membuat dan mengelola database, sering juga disebut
sebagai database engine. Istilah RDBMS, database server-software, dan database
engine mengacu ke hal yang sama; sedangkan RDBMS bukanlah database. Beberapa
contoh dari RDBMS diantaranya Oracle, Ms SQL Server, MySQL, DB2, Ms Access.
5.
Visual
Foxpro 6.0
Pada tahun
1984, Fox Software memperkenalkan FoxBase untuk menyaingi dBase II Ashton-Tate.
Pada saat itu FoxBase hanyalah perangkat lunak kecil yang berisi bahasa
pemrograman dan mesin pengolah data. FoxPro memperkenalkan GUI (Graphical Unit
Interface) pada tahun 1989. FoxPro berkembang menjadi Visul FoxPro pada tahun
1995. kemampuan pemrogrman prosural tetap dipertahankan dan dilengkapi dengan
pemrograman berorietasi objek. Visual FoxPro 6.0 dilengkapi dengan kemampuan
untuk berinteraksi dengan produk desktop dan client/server lain dan juga dapat
membangun aplikasi yang berbasis Web. Dengan adanya Visual Studio, FoxPro
menjadi anggotanya. Sasaran utama Visual Studio adalah menyediakan alat bantu
pemrogrman dan database untuk mengembangka perangkat lunak yang memenuhi
tuntutan zaman.
Model data
yang digunakan Visual FoxPro yaitu model relasional. Model Relasional merupakan
model yang paling sederhana sehingga mudah di pahami oleh pengguna, serta
merupakan paling popular saat ini. Model ini menggunakan sekumpulan table
berdimensi dua (yang disebut relasi atau table), dengan masing-masing relasi
tersusun atas tupel atau baris dan atribut. Relasi dirancang sedemikian rupa
sehingga dapat menghilangkan kemubajiran data dan mengunakan kunci tamu untuk
berhubungan dengan relasi lain.
6.
Database
Desktop Paradox
Database
desktop merupakan suatu program “Add-Ins”, yaitu program terpisah yang langsung
terdapat pada Borland Delphi. Pada database desktop terdapat beberapa DBMS yang
terintegrasi di dalamnya antara lain Paradox 7, Paradox 4, Visual dBase,
Foxpro, Ms. SQL, Oracle, Ms. Acces, db2 dan interbase. Dari beberapa DBMS
tersebut kita akan memilih salah satu yaitu Paradox yang akan dibahas lebih
lanjut, khususnya Paradox 7. Dalam Paradox 7 ini, pada 1 file database hanya
mengizinkan 1 tabel, berbeda dengan DBMS lain yang mengizinkan beberapa tabel
pada 1 file database seperti pada Ms. Acces.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Basis data
merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang
diaorganisasikan sesuai struktur tertentu dan disimpan dengan baik
Ada
setidaknya 10 fungsi DBMS dalam membantu menjaga dan memelihara integritas data
dalam suatu sistem adalah: Menjaga Integritas Data, Penyimpanan Data (Data
Storage Management), Kamus Data, Transformasi dan Penyajian Data, Keamanan
Data, Memungkinkan Akses Beberapa User, Menyediakan Prosedur Backup dan
Recovery, Menyediakan bahasa akses dan pemogramman, Menyediakan interface untuk
komunikasi, dan Manajemen Transaksi
Komponen DBMS
(Data Base Management System) umumnya memiliki sebagian komponen
fungsional (modul) seperti : File Manager, Database Manager, Query
Processor, DML Precompiler, DDL Compiler.
Keunggulan
dari DBMS adalah mengurangi duplikasi data, menjaga consistentsi dan integritas
data, meningkatkan keamanan data, efisiensi dan efektifitas penggunaan data,
meningkatkan produktifitas para pengguna data.
Kelemahan
DBMS adalah Memerlukan suatu skill tertentu untuk bisa melakukan administrasi dan
manajemen database agar dapat diperolehh struktur dan relasi data yang optimal,
Memerlukan kapasitas penyimpanan baik eksternal disc maupun internal memory
agar DBMS dapat bekerja cepat dan efisien. Kebutuhan akan sumber daya resources biasanya cukup
tinggi. apabila DBMS gagal menjalankan misinya maka tingkat kegagalan menjadi
lebih tinggi Karena banyak pengguna bergantung pada sistem ini. Harga DBMS yang
handal biasanya sangat mahal.
B. Saran
Sebikanya
para user menggunakan DBMS karena DBMS menyediakan saran antar muka (interface)
dalam mengakses data secara efisien.
DAFTAR
PUSTAKA
https://wildanfaizzani.wordpress.com/2010/04/03/,
. http://pengertiandancontoh.blogspot.com/2013/02/database-management-system.html,
. http://pengertiandancontoh.blogspot.com/2013/02/database-management-system.html,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar